Jumat, 28 Februari 2014

Pembelajaran Aktif


A.    Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan  untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Sedangkan pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Ketika peserta didik belajar dengan aktif, berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Dengan belajar aktif ini, peserta didik diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik. Dengan cara ini biasanya peserta didik akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajarnya dapat dimaksimalkan. Seperti halnya pada ungkapan yang telah diungkapan oleh Konfusius dalam bukunya Melvin L. Siberman sebagai berikut :
1.    Yang saya dengar, saya lupa.
2.    Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat.
3.    Yang saya dengar, lihat dan pertanyaan/diskusikan dengan orang lain saya mulai paham.
4.    Dari yang saya dengar, lihat, bahas dan terapkan saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan. Yang saya ajarkan kepada orang lain saya kuasai.
Dengan demikian strategi pembelajaran aktif adalah suatu garis-garis besar haluan atau rencana dalam suatu pembelajaran untuk mengembangkan pengetahuan tindakkan serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan motorik, kognitif dan sosial, penghayatan serta iternalisasi dalam pembentukan sikap siswa dalam usaha mencapai sasaran yang ditentukan.
B.    Prinsip Pembelajaran Aktif
Prinsip pembelajaran aktif adalah suatu proses pembelajaran yang lebih menekankan pada siswanya untuk dapat aktif dalam mengembangkan bakat keterampilan, mengasah pengetahuannya dan menciptakan suasana belajar terdiri bagi dirinya sehingga akan tercipta suasana belajar yang lebih nyaman dan lebih mudah dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru.
Prinsip pembelajaran aktif menurut Melvin L. Silberman:
1.    Memperkenalkan belajar aktif
2.    Menjadikan siswa aktif sejak awal
3.    Membantu siswa mendapatkan pengetahuan, keterampiulan dan   sikap secara aktif
4.    Menjadikan belajar tak terlupakan
Prinsip Pembelajaran aktif dalam psikologi belajar adalah :
1.    Pembelajaran aktif sebagai motivator
2.    Pembelajaran aktif sebagai prinsip latar dan konteks
3.    Pembelajaran aktif sebagai fokus/ pemusatan perhatian
4.    Pembelajaran aktif sebagai prinsip hubungan sosial
5.    Pembelajaran aktif sebagai prinsip belajar sambil bekerja
6.    Pembelajaran aktif sebagai proses perbedaan Individual
7.    Pembelajaran aktif sebagai prinsip menemukan
8.    Pembelajaran aktif sebagai prinsip pemecahan masalah
C.    Urgensi Pembelajaran Aktif
Belajar aktif tidak hanya diperlukan untuk menambah kegairahan namun juga untuk menghargai perbedaan individual dan beragamnya kecerdasan. 
Belajar memerlukan kedekatan mental sebelum memahami materi yang hendak dipelajari. Balajar bukan sekedar pengulangan atau hafalan dan praktek semata, belajar akan lebih efektif bila dibarengi juga dengan keaktifan siswa untuk dapat mengupayakan dalam pemecahan masalah. 
Pembelajaran aktif dapat mengembangkan kecakapan belajar, strategi belajar dan kebiasaan belajar yang fokus. Dengan pembelajaran aktif juga dapat mengembangkan kemampuan menerapkan prinsip-prinsip dan generalisasi yang telah dipelajari pada situasi dan masalah yang baru. 
Dengan semakin berkembangnya zaman semakin maju pengetahuan maka guru dituntut untuk dapat menggunakan strategi mengajar yang lebih inovatif sesuai dengan tujuan dari pembelajaran aktif. Tentu dituntut untuk mengajarkan siswanya agar dapat aktif dan lebih kreatif dalam mengembangkan bakat serta dapat menghayati hal-hal yang dipelajari melalui percobaan dan praktek secara berkelompok atau sendiri sehingga guru disini hanya berperan sebagai fasilitas dan motivator bagi setiap siswa. 
Pembelajaran aktif dapat berpengaruh terhadap cara belajar siswa dalam hal memberikan tugas rutin bagi siswa dan memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka, memberikan satu titik fokus kepada kreatifitas dan kognitif siswa dari aspek prosedur dan memberikan penekanan kebolehan atas apa yang disampaikan siswa, handling dan dapat melakukan pengukuran (Measuring) atas kemampuan mereka
Adapun beberapa macam strategi pembelajaran aktif, menurut Hisyam Zaini, dkk, diantaranya yaitu:
a.    Critical Incident (Pengalaman Penting)
b.    Active Knowladge Sharing ( Saling Tukar Pengetahuan )
c.    True or False  ( Benar atau Salah )
d.    Guided Not taking ( Catatan Terbimbing )
e.    Card Sort ( Sortir Kartu )
f.    The Power of Two ( Kekuatan Dua Kepala )
g.    Everyone is s teacher here ( Semua Bisa jadi Guru )
h.    Index Card Match ( Mencari Pasangan )
i.    Crossword Puzzle ( Teka-Teki Silang )
j.    Practice Rehearsal Pairs ( Praktek Berpasangan )


DAFTAR PUSTAKA
Ahamad, Kamaludin, 2001, Teori Pembelajaran Aktif, Malaysis: MPTI.

Djamarah, Syaiful Bahri dan  Aswin Zain, 2006, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta:   Rineka Cipta.

Siberman, Melvin L. (terjemah:Raisul Muttaqiem), 2004, 101 Active Learning Cara Belajar Siswa Aktif , Bandung: PT. Nuansa.

Usman, Moh.Uzer, 2000,  Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, Bandung:  PT. Remaja Rosda   Karya.

Zaini, Hisyam dkk , 2008, Strategi Pembelajaran Aktif , Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar